Beranda

Friday, June 19, 2015

Laporan Praktikum Mikrobiologi - Teknik Isolasi



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Dalam teknik biakan murni tidak saja diperlukan bagaimana memperoleh suatu biakan yang murni, tetapi juga bagaimana memelihara serta mencegah pencemaran dari luar. Media untuk membiakkan bakteri haruslah steril sebelum digunakan. Pemindahan biakan mikroba yang dibiakkan harus sangat hati-hati dan mematuhi prosedur laboratorium agar tidak terjadi kontaminasi. Oleh karena itu, diperlukan teknik-teknik dalam pembiakan mikroorganisme. Medium akan menstimulir pertumbuhan mikroba yang dipelihara karena mengandung komponen-komponen yang dibutuhkan oleh mikroba tersebut seperti senyawa-senyawa organik (protein, karbohidrat, lemak, mineral dan vitamin) sehingga akan memperoleh biakan mikroorganisme yang murni dan dapat melihat mikroorganisme yang ada disekitar kita (Hastowo, 2002).
Inokulasi Penanaman Bakteri atau biasa disebut juga Inokulasi adalah pekerjaan memindahkan bakteri dari medium yang lama ke medium yang baru dengan tingkat ketelitian yang sangat tinggi, sedangkan Isolasi merupakan cara memisahkan mikroorganisme tertentu dari lingkungan, sehingga dapat diperoleh biakan yang sifatnya murni dan biakan tersebut disebut Kultur Murni (Hadioetomo, 1991).
Beberapa metode isolasi yang dapat digunakan yaitu isolasi tabur, isolasi gores, isolasi sebar, isolasi tuang, sedangkan metode inokulasi yaitu medium agar miring, medium agar tegak, dan medium cair (Hastowo, 2002).
Pentingnya mengisolasi suatu mikroba dari lingkungan kita seperti pada makanan (subtrat padat), minuman (subtrat cair) atau pada diri kita sendiri karena banyaknya mikroba/bakteri yang sulit untuk diamati atau dibedakan secara langsung oleh panca indera. Sehingga dengan isolasi akan mempermudah kita untuk melihat dan mengamati bentuk-bentuk pertumbuhan mikroba pada beberapa medium yang berbeda-beda serta melihat morfologi dari mikroba tersebut (Hadioetomo, 1991).

1.2  Tujuan
Adapun tujuan dilaksanakannya praktikum Teknik Isolasi yaitu untuk melatih mahasiswa agar mampu memisahkan mikroorganisme dari suatu subtrat ke subtrat lain atau dari suatu biakan campuran hingga diperoleh biakan murni.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA


2.1 Pengertian
Mikroorganisme di alam tersebar luas, mulai dari tempat terdingin di kutub sampai di dalam tubuh kita, termasuk mulut, saluran pencernaan, dan kulit. Hal tersebut mengakibatkan sulitnya pengamatan mikroba secara spesifik. Populasi mikroorganisme tersebut pada umumnya terdapat dalam populasi campuran. Amat jarang mikroorganisme tersebut dijumpai sebagai satu spesies tunggal. Di sisi lain, untuk mencirikan dan mengidentifikasikan suatu spesies mikroorganisme tertentu, yang pertama harus dilakukan adalah memisahkannya dari organisme lain, hingga diperoleh biakan murni. Biakan murni adalah biakan yang sel-selnya berasal dari pembelahan satu sel tunggal (Hadioetomo, 1991).
Proses pemisahan/pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis, misalnya menelaah dan identifikasi mikroorganisme, memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja. Teknik tersebut dikenal dengan Teknik Isolasi Mikroba (Dwidjoseputro, 1994).
Teknik isolasi adalah cara untuk memisahkan atau memindahkan mikroba tertentu dari lingkungannya, sehingga diperoleh kultur murni atau biakan murni. Kultur murni adalah kultur yang sel-selnya berasal dari pembelahan dari satu sel tunggal. Biakan murni diperlukan karena semua metode mikrobiologis yang digunakan untuk menelaah dan mengidentifikasi mikroba, termasuk penelaahan ciri-ciri kultur, morfologis, fisiologis, maupun serologis memerlukan suatu populasi yang terdiri dari satu macam mikroba saja (Dwidjoseputro, 1994).
Menurut (Zaraswati, 2004), berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam isolasi mikroba:

1.    Tempat hidup atau asal dari mikroba
2.    Sifat spesies mikroba
3.    Medium yang tepat sebagai tempat pertumbuhan mikroba
4.    Cara membiakkan mikroba
5.    Cara inkubasi
6.    Uji kemurnian mikroba
7.    Cara memelihara agar kemurniannya terjaga.

2.2 Metode Isolasi Mikroba
1.      Metode Piringan Goresan (Streak Plate)
Medium agar dicairkan, didinginkan pada suhu 45 , dituang ke dalam cawan petri steril (cawan gelas dengan garis tengah 3 inci) dan dibiarkan sampai menjadi padat. Kemudian dengan kawat gelang penginokulasi yang penuh dengan biakan campuran, goresan dilakukan diatas permukaan agar. Ada beberapa metode penggoresan yang berbeda, namun semua metode bertujuan untuk meletakkan sebagian besar organisme pada beberapa goresan pertama. Apabila sebaran dilakukan dengan menggerakkan kawat gelang kian kemari dari satu bagian kebagian lain cawan petri, bakteri yang tertinggal pada kawat gelang semakin berkurang. Jika dilakukan secara sempurna, goresan akhir akan meninggalkan bakteri individual cukup terpisah satu sama lain. Sehingga setelah mengalami pertumbuhan, koloni yang berasal dari bakteri individual akan benar-benar terpisah satu sama lain. Kemudian, koloni tunggal dapat dipindahkan kemedium steril, dan akan tumbuhlah biakan murni (Zaraswati, 2004).
2.      Metode Tuang (Pour Plate Method)
Terdiri atas penginokulasian biakan campuran kedalam tabung uji yang mengandung agar cair yang telah didinginkan pada suhu 45 . Isinya diaduk untuk memencarkan bakteri keseluruh medium. Campuran itu kemudian dituangkan kedalam cawan petri steril dan dibiarkan padat. Pertumbuhan koloni terjadi baik dalam medium. Tujuan pada kedua prosedur ialah untuk memisahkan bakteri satu sama lain sehinga sel-sel itu akan tumbuh menjadi koloni yang terpisah dalam medium yang padat. Kemudian dapat diambil sel-sel dari satu koloni untuk mendapatkan biakan murni. Dalam praktek, sering piringan kedua digores kembali dengan organisme yang berasal dari koloni yang diisolasi untuk menjamin bahwa hasil yang diperoleh adalah biakan murni (Zaraswati, 2004).
3.      Metode Pengenceran (Dilution)
Cara ini pertama kali dilakukan oleh Lister (1865) yang berhasil membiakan secara murni bakteri Streptococcus lactis yang diisolasi dari susu masam. Cara mengisolasinya dengan mengencerkan sampel susu sampai beberapa tingkat kemudian susu hasil pengenceran terakhir dipipet 100 l untuk ditanam sebar pada medium kultur padat. Hasil kultivasinya diperoleh beberapa koloni terpisah yang masing-masing dapat dipelihara pada medium lain sebagai biakan murni (Dwidjoseputro, 1994).
4.      Metode Penyebaran (Spread Plate)
Cara penyebaran dilakukan dengan menyiapkan sampel bahan dan medium kultur padat. Sampel bahan diambil menggunakan pipet kemudian diteteskan diatas medium kultur yang telah membeku dan tetesan sampel bahan diratakan di permukaan atas medium kultur menggunakan gelas perata. Hasil kultivasinya diperoleh beberapa koloni terpisah yang masing-masing dapat dipelihara pada medium lain sebagai biakan murni (Dwidjoseputro, 1994).
5.      Metode Pengucilan Sel Tunggal (Single Cell Isolation)
Cara pengucilan sel tunggal dilakukan menggunakan alat khusus yang dapat mengambil hanya satu sel mikroorganisme. Alat pengambilnya disebut mikropipet yang ditempatkan pada mikromanipulator. Pengambilan sel diawali dengan membuat tetesan bergantung pada gelas penutup preparat atau dalam gelas preparat cekung. Pengambilan sel dengan mikropipet dilakukan menggunakan mikroskop kemudian sel dipindah ke dalam medium kultur. Kultivasi ini menghasilkan koloni yang berasal dari keturunan satu sel (Dwidjoseputro, 1994).


BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum Mikrobiologi dengan judul Teknik Isolasi dilaksanakan pada hari Senin, tanggal 2 Desember 2013 pada pukul 13.20 WIB hingga selesai. Praktikum ini bertempat di Laboratorium Biologi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Fatah Palembang.

3.2 Alat dan Bahan
3.2.1 Alat
Alat yang digunakan yaitu:
1.         Cawan Petri
2.         Inkubator
3.         Jarum Inokulasi (Ose)
4.         Bunsen
3.2.2 Bahan
Bahan yang digunakan yaitu:
1.         Media Nutrient Agar (NA)
2.         Media Potato Dextro Agar (PDA)
3.         Koloni Bakteri Campuran
4.         Alkohol

3.3 Cara Kerja
1.         Cairkan media NA dan PDA.
2.         Tuangkan media ke dalam cawan petri steril, biarkan membeku.
3.         Pilihlah 3 macam koloni bakteri dan jamur yang berasal dari biakan campuran (praktikum topik sebelumnya). Tulislah koloni yang dipilih pada medium padat dalam cawan petri dan medium miring.
4.         Ambil sedikit bakteri dari biakan yang dipilih dengan menggunakan jarum  ose.
5.         Goreskan pada medium padat dalam cawan petri. Goresan dapat dimulai dari satu titik membentuk zig-zag atau beberapa titik membentuk garis-garis yang sejajar.
6.         Ambil bakteri dengan cara yang sama seperti langkah 4, lalu goreskan pada agar miring yang steril.
7.         Inkubasi semua biakan pada suhu kamar/ruang selama 1x24 jam.
8.         Lakukan pengamatan dan catat bentuk koloni bakteri tersebut.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1    Hasil
4.1.1        Biakan Miring
Nama Biakan
Hasil
Biakan Miring
Terdapat koloni disekitar garis-garis goresannya, koloni berbentuk bulat, ada yang berwarna kuning dan ada juga yang berwarna putih.
           
4.1.2        Biakan Cawan Petri
Nama Biakan
Hasil
Biakan Cawan Petri
Terdapat koloni berwarna putih dan kuning, bentuknya ada yang bulat dan ada yang berbentuk tidak teratur, kemudian ada yang cembung dan ada juga yang datar.

4.2    Pembahasan
Metode yang digunakan dalam pembiakan mikroba bermacam -macam diantaranya, metode cawan gores dan metode cawan tuang. Metode cawan gores adalah suatu metode yang mempunyai dua keuntungan, yaitu menghemat bahan dan wakru. Namun untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan keterampilan yang memadai yang biasanya di peroleh dari pengalaman. Metode cawan tuang adalah cara lain untuk memperoleh koloni murni dari populasi campuran mikroba ialah dengan cara mengencerkan  spesimen dalam medium agar yang telah disterilkan dan dicairkan kemudian didinginkan 50°C yang kemudian dituang ke cawan petri (Hastowo, 2002).

4.2.1        Biakan Miring
Pada metode pertama ini dilakukan dengan koloni bakteri pada tabung reaksi yang dipindahkan ke medium agar miring pada tabung reaksi dengan cara menggoreskannya secara zig-zag menggunakan ose bulat. Keuntungan dari penggunaan metode ini ialah agar didapatkan koloni yang terpisah pada ujung garis terakhir sehingga memungkinkan adanya koloni tunggal yang tumbuh pada permukaan medium agar miring. Kekurangannya ialah membutuhkan keterampilan yang lumayan untuk penggunaannya serta permukaan medium yang kurang luas.
Medium yang digunakan pada metode ini ialah medium NA. Hal ini dimaksudkan karena pada medium NA mampu digunakan untuk menumbuhkan segala macam mikroba serta kandungan nitrogen didalamnya sangat tinggi sehingga disukai mikroba dalam pertumbuhannya. Hasil pada praktikum yang dilakukan dalam biakan miring terdapat koloni disekitar garis-garis goresannya, koloni berbentuk bulat ada yang berwarna kuning dan ada yang berwarna putih. Dari hasil praktikum masih di dapati bekteri yang tidak tunggal, seharusnya di dapatkan mikroba yang tunggal sesuai dengan tujuan dari penggunaan metode ini.

4.2.2        Biakan Cawan Petri
Pada metode kedua ini dilakukan dengan cara medium agar pada cawan petri, dengan cara menggoreskannya secara zig-zag menggunakan ose bulat. Keuntungan dari penggunaan metode ini ialah agar didapatkan koloni yang terpisah pada ujung garis terakhir sehingga memungkinkan adanya koloni tunggal yang tumbuh pada permukaan. Kekurangannya ialah membutuhkan keterampilan yang lumayan untuk penggunaannya. Medium yang digunakan pada metode ini ialah medium PDA. Hasil yang didapat pada media PDA dalam cawan petri koloninya ada yang berwarna putih dan ada yang berwarna kuning, ada yang berbentuk bulat, ada yang berbentuk tidak beraturan dan ada yang cembung juga datar. Dari hasil praktikum masih di dapati bakteri yang tidak tunggal seharusnya didapatkan mikroba yang tunggal sesuai dengan tujuan dari penggunaan metode ini.
 BAB V
PENUTUP

5.1    Kesimpulan
Pada biakan miring didapati koloni di sekitar garis-garis goresannya, koloni berbentuk bulat, ada yang berwarna kuning dan ada yang berwarna putih. Sedangkan pada biakan di dalam cawan petri ditemukan koloni berwarna kuning dan putih, bentuknya ada yang bulat dan ada yang berbentuk tak beraturan, lalu untuk kelengkungannya ada yang cembung dan datar.

5.2    Saran
Sebaiknya para praktikan bisa memahami benar apa yang menjadi materi praktikum, jika masih tidak mengerti ada baiknya para praktikan bertanya kepada asisten dosen agar tidak ada kekeliruan yang terjadi ketika praktikum berlangsung.
















DAFTAR PUSTAKA

Dwidjoseputro. 1994. Mikrobiologi. Erlangga: Jakarta
Hadioetomo. 1991. Mikrobiologi Dasar. Rineka Cipta: Bandung.
Hastowo, Sugyo. 2002. Mikrobiologi. Rajawali Pers: Jakarta.
Zaraswati dkk. 2004. Dasar-dasar Mikrobiologi. UNHAS: Makassar.

No comments:

Post a Comment