Beranda

Tuesday, November 24, 2015

SMA Kelas X - Ringkasan Virus



BAB II  VIRUS

Virus adalah parasit berukuran mikroskopis yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus dikategorikan sebagai peralihan dari makhluk tak hidup ke makhluk hidup. Karena, jika berada di luar sel hidup, virus tidak dapat bergerak, tumbuh dan bereproduksi, namun jika berada di dalam sel hidup, virus dapat melakukan aktivitas kehidupan, seperti tumbuh dan bereproduksi.
Meskipun virus tidak dapat dikategorikan sebagai makhluk hidup dan tidak termasuk ke dalam klasifikasi makhluk hidup, namun virus dipelajari dalam Biologi. Hal ini dikarenakan kemiripan susunan kimia virus dan pengaruhnya terhadap makhluk hidup.
A.      Sejarah Penemuan Virus.
a.         Adolf Mayer (1883), menemukan penyakit mosaik pada tanaman tembakau. Penelitiannya: ia menyemprotkan ekstrak daun tembakau yang terkena penyakit mosaik ke tanaman tembakau yang sehat.
b.         Dimitri Ivanowsky (1892), penelitiannya: melewatkan ekstrak daun tembakau yang terkena penyakit melalui saringan khusus untuk bakteri.
c.         Martinus Beijerinck (1897), percobaannya: menyemprotkan hasil saringan dari ekstrak tanaman tembakau yang terkena penyakit ke tanaman tembakau yang sehat secara bertingkat.
d.        Wendell M. Stanley (1935) percobaannya: mengkristalkan partikel penginfeksi tersebut yang kemudian dikenal denagan nama virus mosaik tembakau atau tobacco mozaic virus (TMV).

B.       Ciri Virus
a.         Berukuran antara 20 nanometer (nm) sampai 300 nm.
b.         Bentuk tubuh bervariasi, ada yang berbentuk batang, bulat, polihedral, dan seperti huruf T.
c.         Hanya dapat bereproduksi pada sel hidup atau bersifat parasit intraselluler obligat.
d.        Tubuhnya dapat dikristalkan.
e.         Tidak memiliki membran dan organel sel.
f.          Tidak termasuk tumbuhan, hewan, maupun bakteri.
g.         Tubuh terdiri dari DNA atau RNA saja, dan selubung protein (kapsid).

C.      Struktur Tubuh Virus
a.         Kepala
Berisi DNA/RNA dan di bagian luar diselubungi kapsid.
b.         Kapsid (Selubung berupa protein)
Terdiri dari kapsomer (bagian-bagiannya) dan terdiri dari protein-protein monomer identik, yang terdiri dari rantai-rantai polipeptida.
c.         Isi tubuh
Isi tubuh yang kering disebut virion, yaitu berupa DNA/RNA.
d.        Ekor
Alat penancap ke tubuh yang diserang, terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut.

D.      Klasifikasi Virus
a.    Berdasarkan sel inangnya:
1)        Virus bakteri, contoh: Bakteriofage T4 virus
2)        Virus tanaman, contoh: TMV
3)        Virus hewan, contoh: H1N1
b.    Berdasarkan asam nukleat yang dimilikinya:
1)        Virus ADN, contoh: Hepatitis B, Herpes simplex virus, Virus Rubella, Poxivirus
2)        Virus ARN, contoh: HIV, rabies virus, Retrovirus, Myxovirus, Hepatitis

E.       Replikasi Virus
Daur Litik
a.         Adsorbsi (fase Pelekatan)
Pada tahap ini, ekor virus mulai menempel di dinding sel bakteri. Setelah menempel, virus akan mengeluarkan enzim lisozim yang dapat menghancurkan atau membuat lubang pada sel inang.
b.         Injeksi/Penetrasi/Infeksi (Fase Memasukkan Asam Nukleat).
Penambatan lempeng ujung, kontraksi sarung, dan penusukan pasak berongga kedalam sel bakteri. Pada peristiwa ini, asam nukleat masuk ke dalam sel, sedangkan selubung proteinnya tetap berada di luar sel bakteri.
c.         Sintesis (fase pembentukan)
Enzim penghancur yang dihasilkan oleh virus akan menghancurkan DNA bakteri yang menyebabkan sintesis DNA bakteri terhenti. Posisi ini digantikan oleh DNA virus yang kemudian mengendalikan kehidupannya. Dengan fasilitas dari DNA bakteri yang sudah tidak berdaya, DNA virus akan mereplikasi diri berulang kali. DNA virus ini kemudian akan mengendalikan sintesis DNA dan protein yang akan dijadikan kapsid virus.
d.        Perakitan
Pada tahap ini, kapsid virus yang masih terpisah-pisah antara kepala, ekor, dan serabut ekor akan mengalami proses perakitan menjadi kapsid yang utuh. Kemudian, kepala yang sudah selesai terbentuk diisi dengan DNA virus.
e.          Lisis (fase pemecahan sel inang/Pembebasan).
Virus yang baru terbentuk mengeluarkan enzim lisozimnya untuk menghancurkan dinding sel bakteri. Setelah dinding bakteri hancur atau lisis, virus-virus baru dapat keluar dan menyerang sel-sel bakteri lainnya. Akhirnya, bakteri mengalami kematian.

Daur Lisogenik
a.         Adsorbsi (fase Pelekatan)
Pada tahap ini, ekor virus mulai menempel di dinding sel bakteri. Setelah menempel, virus akan mengeluarkan enzim lisozim yang dapat menghancurkan atau membuat lubang pada sel inang.
b.        Injeksi/Penetrasi/Infeksi (Fase Memasukkan Asam Nukleat).
Penambatan lempeng ujung, kontraksi sarung, dan penusukan pasak berongga kedalam sel bakteri. Pada peristiwa ini, asam nukleat masuk ke dalam sel, sedangkan selubung proteinnya tetap berada di luar sel bakteri.
c.         Penggabungan
DNA virus kemudian menyisip ke dalam DNA bakteri dan membentuk profage.
d.        Pembelahan
Bakteri membelah diri, profage ikut membelah sehingga anakan sel bakteri pun mengandung profage. Hal ini berlangsung terus-menerus sehingga jumlah bakteri yang mengandung profage menjadi amat banyak. Jika keadaan lingkungan sudah mendukung, virus akan mulai memasuki fase sintesis.
e.         Sintesis (fase pembentukan)
DNA virus akan mereplikasi diri berulang kali. DNA virus ini kemudian akan mengendalikan sintesis DNA dan protein yang akan dijadikan kapsid virus.
f.          Perakitan
Pada tahap ini, kapsid virus yang masih terpisah-pisah antara kepala, ekor, dan serabut ekor akan mengalami proses perakitan sehingga menjadi virus yang utuh.
g.         Lisis (fase pemecahan sel inang/Pembebasan).
Virus yang baru terbentuk mengeluarkan enzim lisozimnya untuk menghancurkan dinding sel bakteri.

Pada intinya fase litik dan fase lisogenik memiliki 5 fase yang sama, hanya saja pada fase lisogenik setelah fase injeksi harus terlebih dahulu melewati fase penggabungan dan pembelahan, hingga akhirnya melewati fase sintesis. Virus yang melalui fase lisogenik pada akhirnya akan kembali ke fase litik (bakteri akan lisis).

F.       Peran Virus Dalam Kehidupan
Peranan menguntungkan virus bagi manusia yaitu:

1.         Anti Bakterial
2.         Pembuatan Insulin
3.         Melemahkan Bakteri
4.         Pembuatan Vaksin
5.         Rekayasa Genetika
6.         Pengobatan
7.         Pemberantasan Serangga Hama
8.         Membuat Antitoksin

Peranan merugikan virus bagi manusia yaitu:


No
Nama Penyakit
Jenis Virus
1
Campak
Paramyxovirus
2
Campak Jerman (Rubella)
Virus Rubella
3
Pneumonia Atypical
Paramyxovirus 1-3; Orthomyxovirus tipe A, B, dan C
4
Pilek
Virus Coryza; Rhinovirus
5
Influenza
Orthomyxovirus tipe A, B, dan C
6
Hepatitis
Virus Hepatitis
7
Herpes
Herpes simplex tipe 1 dan 2
8
Polio
Poliomelitis
9
Encephalis
Virus Semliki Forest
10
Rabies
Rhabdovirus
11
Demam berdarah
Tagovirus (Flavivirus)
12
AIDS
HIV
13
Demam berdarah ebola
Ebola Haemorragic Virus
14
SARS
Corona Paramyxovirus





1 comment: